Anatoly Moskvin Kumpulkan 150 Mayat Anak Perempuan Untuk didandani Pesta Ulang Tahun
Halo sobat , berita kali ini datang dari Rusia yang mengabarkan berita yang cukup menyeramkan. Pernahkah kalian berfikir bagaimana jika mayat perempuan didandani sebagaimana rupa dengan gaun ? Anatoly Moskvin adalah seorang yang menurut saya gila karna telah melakukan hal demikian . Berikut berita selengkapnya .
ONVSOFF.com – Anatoly Moskvin, 46 tahun, seorang sejarawan asal Rusia ditangkap oleh petugas kepolisian karena telah melakukan menggelar pesta ulang tahun bagi 150 anak perempuan yang telah menjadi mayat. Pria ini menggali 150 mayat anak perempuan berusia antara 3 hingga 12 tahun, memberi nama ke setiap mayat itu dan mendandani mereka dalam tubuh boneka sehingga menjadi koleksi yang mengerikan.
Seperti dilansir Dailymail, 25/10/14, obsesi aneh dan mengerikan yang dilakukan Anatoly pertama kali diketahui ketika orang tuanya mendatangi rumah Anatoly di kota Nizhny Novgorod, Rusia Tengah, pada tahun 2011. Orang tua Anatoly menemukan mayat-mayat yang membusuk dibalut dengan gaun dan stocking dan membuat mereka terlihat manis seperti boneka pengantin dengan gaun cerah dan pakaian warna-warni.
Anatoly kemudian ditangkap oleh pihak berwajib setelah mereka menemukan bukti-bukti bahwa pria itu telah menggali kuburan gadis-gadis kecil yang telah meninggal di tahun sebelumnya dan mencuri mayat mereka untuk dijadikan koleksi di rumahnya.
Selain itu pihak berwajib juga menemukan video rekaman yang dibuat oleh Anatoly yang memperlihatkan wajah cantik boneka-boneka yang duduk di sekitar rumahnya dengan menggunakan serangkaian kostum aneh. Di dalam video itu Anatoly mengatakan bahwa boneka-boneka tersebut terbuat dari sisa-sisa jasad manusia.
Setelah kasus ini ditunda selama lebih dari 3 tahun, minggu ini hakim mengungkapkan bahwa pria yang mampu berbicara dalam 13 bahasa ini merupakan pria yang ‘jenius’, namun tidak sehat secara mental untuk bisa menghadapi persidangan dan harus tetap berada di klinik psikiatri. (rsn-onvsoff)
Berikut Videonya :
0 comments:
Post a Comment