Halo sahabat Tekini, Jumpa lagi bersama Tekini yang selalu mengabarkan informasi Teknologi Terkini , info kali ini datang dari AS, Dokumen yang dibocorkan Edward Snowden menunjukkan, dinas mata-mata AS
dan Inggris memanfaatkan app smartphone untuk mengumpulkan data pribadi
pengguna. App populer menjadi target termasuk Angry Birds dan Google
Maps.
Berdasarkan dokumen yang dipublikasikan New York Times, Guardian dan
ProPublica, Senin (27/01/14), National Security Agency (NSA) di
Washington dan Government Communications Headquarters (GCHQ) di Inggris
memanfaatkan app smartphone peta, games dan jejaring sosial untuk
memperoleh akses ke data pribadi dalam jumlah besar.
Media-media tersebut mengutip dokumen intelijen rahasia yang sebelumnya telah dibocorkan oleh bekas pekerja NSA
Edward Snowden. Snowden kini tinggal di Rusia dan terancam dakwaan
mata-mata di AS setelah mengungkap program pengawasan NSA tahun lalu.
Data milyaran pengguna apps
Menurut laporan media, NSA dan GCHQ bekerja sama untuk mencari celah pada apps smartphone
yang bisa mengungkap informasi pribadi, termasuk lokasi, umur dan
gender pengguna. Kedua dinas rahasa mata-mata tersebut dikatakan secara
rutin mengakses data dari game populer Angry Birds yang telah diunduh
1,7 milyar kali di seluruh dunia. Begitu juga dengan layanan navigasi
Google Maps.
Selain itu, pada dokumen lain yang berupa 14 halaman slideshow NSA,
terdapat daftar apps ponsel lain, termasuk jejaring sosial Facebook,
situs tempat berbagi foto Flickr, dan Flixster yang berorientasi pada
foto.
Hanya yang berpotensi jadi ancaman
Tidak diungkap secara jelas, informasi apa yang bisa diperoleh dari apps
mana. Tapi menurut slideshow NSA tersebut, data yang diperoleh dari app
bisa menentukan setting ponsel, sambungan internetnya, situs apa yang
sudah dikunjungi, dokumen apa yang sudah diunduh, dan siapa saja teman
dari pengguna app. Salah satu dokumen juga mengatakan, apps bahkan bisa mengungkap informasi tentang pandangan politik atau orientasi seks pengguna.
GCHQ menolak untuk menanggapi laporan tersebut. Dinas pemerintah Inggris
ini hanya mengatakan, semua aktivitasnya "resmi, perlu dan
proporsional." Sementara dalam pernyataannya Senin (27/01/14), NSA
menyatakan, komunikasi antar pihak yang "bukan sasaran resmi intelijen
asing" tidak menarik bagi dinas mata-mata. "Implikasi bahsa NSA berfokus
pada smartphone atau komunikasi jejaring sosial warga Amerika biasa
tidaklah benar."
Senin (27/01/14), jurubicara Gedung Putih Jay Carney dalam konferensi
pers rutin mengatakan dinas pengawasan AS hanya ingin mengumpulkan data
dari pihak yang dianggap mengancam keamanan AS.

0 comments:
Post a Comment